Prestasi Vadra

HMPP ‘Vadra’ ITB

Juara 2 Pemenang Arak-Arakan HMJ di Wisokto ITB 2019

254930

 

Umar Hilmi Fadhilah (PP’15) – Michael Muliadi (PP’15) – Hendrik Saputra (PP’16) – Asrilia Montimi (PP’16) – Ilham Hardiza Kahar (PP’16)

1 st WInner in Carbon Footprint Challenge 2019, Zurich, Switzerland

a1

Carbon Footprint Challenge (CFC) 2019 merupakan kompetisi bergengsi berskala internasional yang diadakan oleh UNITECH International. Berlangsung pada 6 – 7 September 2019 di Oracle, Prime Tower, Zurich, Switzerland, kompetisi ini ditujukan untuk mencari inovasi dalam memerangi climate change. Dari 6 tim yang lolos ke dalam tahap final, hanya 1 tim yang akan dipilih untuk membawa pulang gelar juara dan fasilitas untuk merealisasikan inovasinya.

Bacoat merupkan tim dari Teknologi Pascapanen ITB , finalist pionir dari Indonesia , yang berhasil menjadi juara dalam kompetisi ini. Beranggotakan Ilham Hardiza Kahar (PP16), Umar Hilmi Fadhilah (PP15), Michael Muliadi (PP15), Asrilia Montimi (PP16), dan Hendrik Saputra (PP16). Tim ini mengusung ide edible coating to preserve fruit and vegetables.

Tidak dapat dipungkiri salah satu sumber emisi karbon berasal dari sayuran dan buah-buahan yang menjadi food loss. Gas CO2 dan CH4 yang dihasilkan dari food loss tersebut setidaknya menyumbang sekitar 8% dari total emisi karbon di dunia. Selain itu, karena tingginya food loss juga mengakibatkan pembukaan hutan untuk lahan agrikultur guna memenuhi kebutuhan sayuran dan buah-buahan setiap harinya. Oleh karena itu isu ini bukanlah hal yang dapat dipandang sebelah mata.

Bacoat hadir membawa inovasi untuk turut serta dalam mengatasi hal tersebut dengan cara penerapan edible coating. Inovasi ini diperkirakan dapat membuat masa simpan buah-buahan dapat lebih lama 1 – 2 hari. Dengan masa simpan yang lebih lama, diharapkan Bacoat dapat mengurangi food loss setidaknya sebanyak 20%, sehingga dapat menjadi dampak nyata untuk mengurangi footprint carbon.

 

Umar Hilmi Fadhilah (PP’15)

Finalis Swiss Innovation Challenge

1572414273914

 

Umar Hilmi Fadhilah (PP’15)

Juara 1 Ideology Bootcamp, Aula Timur, ITB

1572414271234

 

Albi Arjani (PP’15)

Juara 3 Comparative Study and Market Research di 3 Negara

11a

 

Albi Arjani (PP’15) – Vita Ika Damayanti (PP’15) – Auliya Shafiah Zakhrakh 

Juara Harapan 1 dalam the 1 st Essay Competition Citra Pilar Management Pondok Riset dan Literasi

11

 

Albi Arjani (PP’15) 

1 st Winner in  “My Innovation Online Video Competition – Paragon Innovation Summit 2018

pic-1

Paragon Innovation Summit yang diadakan di Sabuga pada tanggal 12-14 Oktober 2018 menghadirkan Bintang tamu ternama diantaranya Ridwan Kamil (Gubernur Jabar), Najwa Shihab, Riri Riza, Salman Subakat, Tulus dan lain lain. Sebelum acara tersebut diselenggarakan Paragon mengadakan lomba membuat Inovasi dan dideskripsikan dalam foto atau video dengan tema “My Innovation”. Peserta yang menjadi finalis akan diundang secara langsung ke acara puncak Paragon Innovation Summbit 2018.

pic-2

Salah satu mahasiswa Teknologi Pascapanen SITH  ITB, Albi Arjani menjadi finalis dengan inovasinya membuat sebuah Tissue Pembersih Residu Pestisida dan Mikroorganisme yang berbahaya bagi Kesehatan. Komposisi tissue tersebut terbuat dari bahan alami yang murah dan mudah serta dapat terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.

Inovasi sederhana ini diharapkan dapat membantu masyarakat menjaga kesehatannya, dimana dinegara berkembang masyarakat pada umumnya lebih memilih harga yang murah tanpa memikirkan kualitas suatu produk, dengan tissue ini masyarakat dapat dengan praktis langsung mengkonsumsi buah buahan yang dibeli di pedagang kaki lima (pedagang tradisional) hanya dengan mengelapnya dengan sebuah tissue.

Tissue ini dapat membersihkan residu pestisida dan mikroorganisme yang berbahaya, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir dan tidak perlu menunggu untuk sampai ke rumah untuk menikmati buah buahan segar siap makan. Inovasi inilah yang menghantarkan Albi (TPP 2015) mendapatkan Juara 1 video competition Paragon Innovation Summit 2018.

Albi berharap tissue nya ini bisa dikembangkan dan menjadi sebuah alternatife bagi masyarakat maupun pedagang buah buahan tradisional sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dari segala aspek baik Kesehatan, Ekonomi dan Kesejahteraan.